Jumat, 03 Januari 2014

KESATUAN NEGARA, PEMILU DAN PEMIMPIN YANG IDEAL



TUGAS 4 : ILMU SOSIAL DASAR
UNIVERSITAS GUNADARMA



1. KESATUAN NUSANTARA DALAM KEBHINNEKAAN INDONESIA


Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang terdiri dari beranekaragam budaya, bahasa, suku, dan agama. Daerah geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan-kepulauan membuat suatu keberagaman dalam bidang sosial, budaya dan politik masyarakat Indonesia. Karena banyaknya keberagaman inilah yang menjadi latar belakang semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bhineka. Kebhinekaan masyarakat Indonesia harus tetap dijaga dan ditumbuh-kembangkan agar terwujud persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila sila ke-3.

Masyarakat Indonesia yang bhineka pastinya memiliki banyak perbedaan, sering kali perbedaan itu menimbulkan percikan-percikan konflik yang tidak diinginkan. Konflik tersebut tidak hanya bersulut pada waktu yang sesaat saja namun bisa berlarut-larut dan menjadi mengakar dalam suatu masyarakat sehingga menimbulkan disintegrasi. Melihat kondisi konflik yang semakin lama semakin terlihat jelas dari berbagai media seperti berita yang paling hangat saat ini yaitu terjadinya tawuran antar mahasiswa di Makassar, kita sebagai rakyat mulai berpikir bagaimana cara membina persatuan dan kesatuan bangsa untuk dapat mencegah disintegrasi dalam bangsa.

Dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukanlah hal yang mudah, banyak tantangan dan masalah yang harus dihadapi bersama. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia. Karena negara ini tidak hanya terdiri dari satu golongan suku, ras dan agama saja, melainkan banyak sekali golongan yang ada di tanah air kita tercinta. Kita sebagai seorang mahasiswalah yang memilki tanggung jawab paling besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Posisi kita sebagai mahasiswa menunjukkan bahwa kita adalah orang yang memiliki tingkatan pendidikan dan intelektual yang tinggi. Kita harus bisa menunjukkan peran yang positif sebagai agen perubahan untuk memperjuangkan Indonesia yang lebih baik. Bukan zamannya lagi bagi mahasiswa untuk melakukan perubahan melalui tindakan-tindakan yang menjurus pada kekerasan. Kita memilki kemampuan intelektual yang harus digunakan untuk berpikir dan mencari solusi terbaik bagi masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai cara untuk menubuh-kembangkan persatuan dan kesatuan Indonesia antara lain :
  • Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
  • Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
  • Pancasila dan UUD 1945 harus digemakan lagi sampai ke rakyat yang paling bawah, dalam rangka pemahaman dan penghayatan.
  • Para tokoh dan elit bangsa harus dapat memberi contoh dan menjadi contoh rakyat, jangan selalu berkelahi dan saling caci maki hanya untuk kepentingan kelompok atau partai politiknya.
  • Budaya bangsa yang adi luhur hendaknya diangkat untuk diingat dan dilaksanakan oleh bangsa ini yaitu budaya saling hormat menghormati.
2. TANGGAPAN TENTANG PEMILU



Pemilihan Umum atau biasa disebut Pemilu adalah merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat, di mana rakyat dapat memilih pemimpin politik secara langsung. Yang dimaksud dengan Pemimpin Politik di sini adalah wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat, baik ditingkat pusat maupun daerah dan pemimpin lembaga eksekutif atau kepala pemerintahan seperti Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati.

Sebagai seorang Pemilih Pemula, janganlah kalian jadi korban Politik Uang, sebagai seorang mantan pelajar yang terpelajar dan cerdas karena telah mendapat ijazah lulus Sekolah serta memiliki Kartu Tanda Penduduk, maka anda akan menjadi Pemilih Pemula dalam Pemilu yang ada di Indonesia. Jadilah seorang Pemilih Pemula yang cerdas dalam memilih calon pemimpin serta berkualitas, dan pastikan pilihan anda adalah peserta Pemilu dan Calon yang memiliki rekam jejak yang baik.

Banyaknya Partai Politik Peserta Pemilu 2014 nanti, maka kita bisa mengetahui siapakah yang akan di usung sebagai Calon Presiden Indonesia. Walaupun saat ini beberapa Partai Politik sedang dilanda berbagai permasalahan, entah itu masalah Korupsi, maupun masalah internal Partai mereka. Namun, kita sebagai rakyat Indonesia tetap harus memberikan hak pilih, sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang, walaupun tak ada sangsi hukum yang berlaku bagi anda yang tidak menggunakan hak pilih.

Mungkin diantara kita, sudah merasa jenuh bahkan tidak peduli dengan yang namanya Pemilu, sebab ada atau tidak ada Pemilu di Indonesia, perubahan yang anda inginkan belum tentu terwujud melalui Pemilu. Bisa anda lihat, betapa susahnya Partai Politik Menuju Pemilu 2014 dalam hal mencari pigur calon yang layak untuk dijadikan Presiden. Bahkan para artis pun sempat menjadi calon yang di usung sebagai calon Gubernur, Walikota, Bupati, bahkan Presiden. Memang hal tersebut telah diatur oleh Undang-Undang, bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri, namun tetap mengacu pada aturan yang ada.

3. CALON PEMIMPIN (PRESIDEN) YANG IDEAL



Inilah Syarat-syarat Calon Presiden yang. Selain harus memiliki sifat Jujur, Adil, Amanah, dan Fathonah (Cerdas), serta Tabligh (Komunikatif), dia harus:

1. Nasionalisasi Perusahaan2 Tambang yang mengelola kekayaan alam negara karena tambang migas, emas, dsb itu adalah milik rakyat. Harus dinikmati sebesar2nya untuk kemakmuran rakyat. Tidak pantas Freeport menikmati 99% emas dan perak di Papua, sementara Indonesia sebagai pemilik cuma diberi 1% saja. Jika ini dilakukan, insya Allah Indonesia akan makmur karena ribuan trilyun rupiah per tahun akan dinikmati rakyat Indonesia. Perusahaan2 lain yang menguasai hajat hidup orang banyak dan strategis juga harus dikelola oleh negara. Agar seluruh rakyat bisa menikmatinya. Jika Swasta, mereka bisa mengenakan tarif tinggi dan sulit dikontrol. Swasta hanya boleh bergerak di luar itu sesuai UUD 45 Pasal 33.

2. Sederhana. Tidak bermewah-mewahan. Kalau sederhana, misalnya mobil puas dengan Kijang yang RP 250 jutaan, bukan Mercy yang Rp 2 milyaran, niscaya presiden ini tidak akan korupsi. Kalau gaya hidupnya mewah, kemungkinan besar orang ini akan korupsi. Kalau pun tidak, dia tidak peka terhadap kemiskinan rakyatnya.

3. Menghukum Mati Koruptor Kelas Kakap termasuk anak-anaknya sendiri. Presiden ini harus berani mengganti pimpinan Polri, Jaksa, dan Hakim dengan orang-orang yang bersih. Jika perlu dari luar lembaga tersebut. Hanya dengan aparat hukum yang bersihlah korupsi bisa diberantas. Koruptor harus dihukum mati, dan semua hartanya harus disita untuk rakyat.

4. Rajin Blusukan (Silaturahmi) dengan rakyat. Ini bukan berarti harus Jokowi. Tapi para pemimpin lain harusnya seperti ini. Rajin Silaturahmi dengan rakyat. Meski bukan saat kampanye. Jadi tahu masalah rakyat dan aspirasi rakyat. Contohnya saat Blusukan ke korban banjir, pemimpin harus dengar dulu apa mau rakyatnya. Tidak bisa main pindah rakyat ke tempat yang jauh misalnya 20 km dari situ karena rakyat kerjanya di situ, punya teman2, tetangga, dan rekan2 kerja di situ. Memindahkan mereka ke tempat yang jauh dan terpencil bisa mematikan usaha mereka. Pemindahan harus massal dan ke tempat yang dekat dalam radius 500 meter/kurang.

5. Kemandirian Bangsa. Pemimpin ini harus bisa membuat Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri (Berdikari). Indonesia sebetulnya sudah bisa buat mobil, kapal, pesawat terbang sendiri. Nah pemimpin ini harus mendukung BUMN-BUMN untuk mermbuat itu semua guna memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. Jika ini dilakukan, ini akan menghemat uang negara/devisa hingga 1/4nya. Karena kalau beli dari asing, harganya bisa 4x lipat lebih!

6. Reformasi Tanah/Agraria. Saat ini dari 200 juta hektar tanah di Indonesia, diperkirakan 100 juta ha dikuasai oleh kurang dari 1000 perusahaan seperti Freeport, Chevron, Exxon, Newmont, berbagai perusahaan perkebunan kelapa Sawit, pengusaha HPH, dsb. Sementara lebih dari 100 juta petani Indonesia diperkirakan punya lahan kurang dari 0,3 ha/keluarga. Padahal minimal 1 ha/keluarga. Calon Presiden yang ideal berani melakukan reformasi tanah sehingga para petani bisa mendapat lahan seluas 1 ha/keluarga. Entah dengan mengalihkannya dari lahan yang menganggur/kurang efektif, dsb.

7. Akhlaq yang baik. Seorang pemimpin harus punya akhlaq/sifat/karakter yang baik. Tidak tercela. Dia cinta rakyat. Rakyat cinta dia.

8. Kharisma dan Elektibilitas. Sebetulnya ini faktor kesekian. Namun jika seorang pemimpin kharismanya rendah dan elektibilitasnya kecil, dia tidak akan dipilih oleh sebagian besar rakyat. Sebesar apa pun usahanya.

SUMBER REFERENSI :